COCILKU

Coretan Kecilku untuk berbagi

SEHAT Dengan Imunisasi (Vaksinasi)


Banyak orang masih takut dan khawatir dengan imunisasi. Hal ini mungkin wajar karena kita belum mengetahui akan pentingnya imunisasi.

Vaksinasi adalah memasukan vaksin (kuman) yang sudah dilemahkan dengan tujuan tubuh kita bisa melawan vaksin yang sudah lemah tadi dan membuat zat anti dari vaksin tadi (zat Kekebalan tubuh)

Oleh karena itu kadang tubuh akan panas setelah vaksin disuntikan ke dalam tubuh Karena  tubuh melawan penyakit tersebut.  Efek ini wajar dan artinya vaksin bekerja dengan baik.

Imunisasi dasar yang ada di PKM Barambai yaitu :

BCG (Bacille Calmette Guerin)
Imunisasi ini diberikan agar bayi mendapat kekebalan terhadap penyakit tuberkolosis (TBC).

Imunisasi BCG diberikan melalui suntikan di kulit lengan atau paha. Usai itu, pada tempat bekas suntikan biasanya akan timbul semacam bisul
kecil yang akan mengering dengan sendirinya.

DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus)
Imunisasi ini bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.

Suntikan vaksin dilakukan pada lengan atau paha bayi. Biasanya bayi yang baru saja mendapat suntikan DPT menjadi sedikit demam. Berikan obat penurun panas jika terjadi hal tersebut, sesuai anjuran dokter.

Campak (Morbilli, Measles)
Diberikan agar tubuh anak mendapat kekebalan  terhadap penyakit campak. Imunisasi ini hanya diberikan sekali saja, yaitu saat bayi berumur 9 bulan.

Reaksi yang timbul pada tubuh anak berupa demam. Biasanya terjadi satu minggu setelah mendapat suntikan

Hepatitis B
Penyakit ini memang cukup berbahaya. Bisa  mengakibatkan kerusakan hati bahkan berkembang menjadi kanker. Karena itu imunisasi hepatitis B
termasuk yang wajib diberikan.

Jadwal pemberian imunisasi ini sangat fleksibel, tergantung kesepakatan dokter dan orangtua. Bayi yang baru lahir pun bisa memperolehnya. Imunisasi ini pun biasanya diulang sesuai petunjuk dokter.

Keberhasilan Imunisasi

Keberhasilan tergantung pada :

  1. Kesadaran Individu dan Masyarakat Untuk imunisasi.
  2. Kondisi Vaksin yang tidak layak pakai.
  3. Peran Petugas Kesehatan
  4. Peran lintas sector, seperti Kepala desa, PKK, PEMDA, dll

PERAN ORANGTUA
Orangtua wajib mengupayakan dan melengkapi imunisasi bagi putra-putrinya. Jika anak menderita penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi, tentu saja itu merupakan kelalaian orangtua.

Dengan demikian, sebagai orangtua kita sudah  mengupaya kan  pemenuhan kebutuhan dasar anak agar pertumbuhan dan perkembangannya bisa berjalan ideal.
Mencegah selalu lebih baik dari mengobati. Karena itu imunisasi adalah langkah pencegahan orangtua agar putra-putrinya tidak terjangkit penyakit tertentu.

Memang keberhasilan imunisasi tidak menjamin 100 persen. Karena itu anak harus tetap dijauhkan dari kontak dengan anak atau orang lain yang memiliki penyakit menular.

Imunisasi terbukti sudah menyelamatkan jutaan bayi di Indonesia walaupun kegagalan

Sebaiknya imunisasi diberikan selengkap mungkin. Berkonsultasilah mengenai jadwal pemberian imunisasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: