COCILKU

Coretan Kecilku untuk berbagi

PENANAMAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT


Berbagai penyakit yang timbul di masyarakat banyak yang diakibatkan oleh lingkungan yang kotor dan tidak sehat. Meningkatnya angka kesakitan akibat diare yang menurut Departemen Kesehatan dari 1000 bayi lahir, 50 diantaranya meninggal dunia karena diare. Demam thypoid yang melanda anak-anak, KLB demam berdarah dengue (DBD), Malaria dan berbagai penyakit lainnya banyak diakibatkan oleh keteledoran manusia dalam menata lingkungan yang sehat. Mungkin inilah yang diteliti oleh Hendrik L Blum dalam teori tentang munculnya penyakit yang menyatakan bahwa lingkungan memiliki peran yang sangat besar dan menentukan status kesehatan dibandingkan dengan factor lain semisal Host dan penyakit itu sendiri.
Oleh karena itu sangat penting kiranya jika sedikit kita mengulas tentang pencegahan berbagai penyakit tersebut dengan menyorot perilaku manusia untuk dapat hidup bersih dan sehat sebagaimana yang dikampanyekan oleh pemerintah dengan programnya yaitu PHBS.
Indonesia boleh berbangga menjadi anggota G-20 dan tahan diterpa krisis finansial 2008- 2009, tetapi harus disadari posisi Indonesia dalam pencapaian MDGs juga belum memuaskan, Berkali-kali, dalam Progress Report MDGs kawasan Asia dan Pasifik, Indonesia masih masuk kategori negara yang lamban langkahnya dalam mencapai MDGs pada tahun 2015.

Sumber kelambanannya ditunjukkan dari masih tingginya angka kematian ibu melahirkan, belum teratasinya laju penularan HIV-AIDS, makin meluasnya laju deforestasi, rendahnya tingkat pemenuhan air minum dan sanitasi yang buruk serta beban utang luar negeri yang terus menggunung (MDGs Progres Report in Asia and the Pacific, UNESCAP, 2010).

Fakta muram ini juga diperkuat dengan makin merosotnya kualitas hidup manusia Indonesia sebagaimana yang dilaporkan di Human Development Index (Indeks Pembangunan Manusia/IPM). Jika pada tahun 2006 berada di posisi ke-107 dan tahun 2008 di posisi ke-109, pada tahun 2009 makin melorot di posisi ke-111. (Overcoming Barriers: Human Mobility and Development, UNDP, 2009). Kondisi ini menjadi tantangan berat Indonesia untuk menuntaskan lima tahun terakhir dari target MDGs pada 2015

Dari sini kita dapat melihat bahwa berbagai faktor masalah sangat berkaitan dengan tingkat pemahaman manusia Indonesia akan pentingnya kesehatan. Semakin rendah tingkat pemahaman masyarakat akan semakin rendah pula perilaku yang ditimbulkan dalam mengatasi masalah kesehatan. Untuk itulah kampanya Hidup bersih sangat penting kita bahas dalam meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menuju tujuan MDGs dibidang kesehatan.

PENANAMAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
Menurut Hendrik L Blum ada 4 faktor yang mempengaruhi status kesehatan yaitu : Lingkungan seperti lingkungan fisik, lingkungan biologis dan lingkungan sosial ekonomi dan budaya. Faktor lingkungan inilah yang paling besar menentukan status kesehatan. Yang kedua adalah pelayanan kesehatan diantaranya adanya sumber daya manusia yang kompeten dan siap siaga dalam melayani masyarakat. Ketersediaan tenaga dan tempat pelayanan yang memadai. Faktor ketiga adalah faktor perilaku dalam hal ini yang paling berpengaruh adalah faktor pemahaman dan tingkat pengetahuan masayarakat terhadap kesehatan. Faktor terakhir adalah faktor keturunan.
Semua faktor tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Namun pada kesempatan ini kami akan membahas sekelumit tentang faktor ketiga yaitu faktor perilaku.
Sebagaimana dikemukakan di atas bahwa IPM Indonesia turun tahun 2006 berada di posisi ke-107 dan tahun 2008 di posisi ke-109, pada tahun 2009 makin melorot di posisi ke-111. Ini berkaitan dengan perilaku masyarakat dengan derajat kesehatan.
Ada korelasi antara lingkungan yang sehat dengan derajat kesehatan masyarakat. Penyakit diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui air dan lingkungan masih merupakan masalah kesehatan terutama di daerah perdesaan yang berpenghasilan rendah dan di pinggiran perkotaan.
Salah satu contoh adalah survei tahun 2001 menunjukkan bahwa angka penyakit diare sebesar 301 per 1.000 penduduk, terutama menyerang anak-anak usia balita (55% dari jumlah penderita).
Tingginya angka diare disebabkan antara lain karena rendahnya akses air minum dan sanitasi serta rendahnya kesadaran masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Susenas 2004, akses air bersih di perdesaan mencapai 51%, sedangkan di perkotaan 42% (rata-rata 47%). Sedangkan akses terhadap sarana sanitasi di perdesaan sebesar 53% dan daerah perkotaan 73% (rata-rata 62%)
Penyakit diare berkorelasi dengan kebiasaan masyarakat dan tingkat pengetahuan. Kebiasaan mencuci tangan pakai sabun setelah BAB dan aktivitas lainnya yang dilakukan masyarakat terbukti dapat menurunkan angka kematian sampai dengan 35 %.
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DAN PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN
I. RUMAH
Rumah merupakan tempat tinggal bagi suatu keluarga yang berfungsi sebagai tempat perlindungan untuk member keamanan, tempat istirahat, tempat menjalin hubungan antar anggota keluarga, tempat pengembangan anak, penyediaan makanan keluarga termasuk mandi, mencuci dan sebagainya. Oleh karena itu keberadaan rumah yang sehat, aman, serasi dan teratur sangat diperlukan agar fungsi dan kegunaan rumah dapat terpenuhi dengan baik. Pengertian rumah disini mencakup ruangan yang ada didalam rumah, halaman dan area di sekelilingnya.
1. Rumah Sehat
Rumah sehat merupakan rumah yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya, sehingga mereka dapat hidup dan berkatifitas secara optimal. Ciri-ciri rumah sehat antara lain :
– lantai tidak tembus air dan bersih
– memiliki jendela dan lubang angin permanen
– halaman bersih dan rapi
– memiliki sarana air bersih, jamban, saluran limbah, tempat sampah
– memiliki pohon pelindung atau peneduh.
2. Perilaku Penghuni Rumah
Perilaku baik yang dilakukan penghuni di rumah agar rumah tersebut menjadi sehat sangat banyak, antara lain
– Menyapu lantai dan halaman rumah,
– Membersihkan kamar mandi dan jamban/WC.
– Menyapu lantai rumah agar bersih dari debu dan kotoran lain
– Menyapu halaman untuk membersihkan sampah agar tidak menjadi sumber penyakit dan kecelakaan
– Menguras dan menyikat kamar mandi agar bersih dan tidak menjadi tempat bertelur nyamuk
– Membuang sampah di tempat sampah yang tertutup agar tidak dapat dihinggapi lalat, kecoa, tikus maupun hewan lainnya sebagai pembawa penyakit.
– Membuka jendela diwaktu pagi sampai sore hari agar udara bersih dan segar masuk ke dalam rumah akan mengurangi terjadinya sakit pernapasan.
– Tidur dengan menggunakan kelambu dapat menghindari gigitan nyamuk sehungga dapat terhindar dari penyakit yang ditularkan oleh nyamuk
– Memasang kawat kasa nyamuk pada lubang angin atau ventilasi untuk mencegah masuknya nyamuk ke dalam rumah
– Menjemur kasur dapat membunuh kuman yang menempel di kasur dan mengusir atau mencegah bersarangnya kutu busuk
– Menyimpan makanan dan minuman ditempat tertutup dapat mencegah masuknya kotoran debu ke dalam makanan serta mencegah datangnya
serangga seperti lalat dan kecoa serta tikus untuk hinggap atau makan makanan yang disimpan
– Buang air besar dan kencing di jamban/WC akan mengurangi bau dan menghindari penularan penyakit diare atau mencret.
– Tidak merokok dalam rumah
– Dan lain-lain
Penyakit yang berkaitan dengan rumah
Rumah yang tidak sehat dan juga perilaku tidak sehat dapat menyebabkan dan menularkan penyakit bagi penghuninya, seperti sakit batuk-batuk, pilek, sakit mata, demam, sakit kulit, maupun kecelakaan.
Kebiasaan tidur beramai-ramai dalam satu kamar tidur atau terlalu padat penghuni adalah kebiasaan tidak baik dalam rumah, karena dapat menularkan
penyakit dengan cepat. Biasanya bila salah seorang menderita batuk dan pilek maka semua yang tidur bersama-sama dengan orang tersebut akan tertular sakit
batuk dan pilek. Penyakit-penyakit lain yang dapat menular akibat tidur ramai-ramai yaitu sakit mata, kulit, batuk darah (TB).
Merokok adalah kebiasaan yang sangat tidak sehat bagi perokok tersebut, apalagi dilakukan di dalam rumah maka akibatnya dapat mengenai penghuni
rumah lainnya. Asap yang dikeluarkan dari rokok mengandung zat yang sifatnya racun bagi tubuh dan dapat mennyebabkan sakit kanker, jantung dan gangguan janin pada ibu hamil.
Dapur merupakan tempat kegiatan untuk mengolah, menyiapkan dan menyimpan makanan, kegiatan memasak sering dilakukan oleh ibu-ibu sambil menggendong anaknya yang masih kecil. Tanpa disadari bahwa menggendong anak sambil memasak merupakan perilaku tidak sehat terutama untuk sang anak karena dapat terkena asap dapur yang berasal dari pembakaran bahan bakar (minyak, kayu, arang, daun, batu bara). Dari kegiatan memasak sambil menggendong anak dapat terkena sakit saluran pernafasan seperti batuk-batuk.
Menjamah makanan tanpa cuci tangan pakai sabun terlebih dahulu adalah sangat berbahaya karena di tangan terdapat banyak kotoran setelah tangan melakukan banyak kegiatan.
Kegiatan manusia sebagian besar menggunakan tangan, sehingga tangan dapat menjadi sumber penularan penyakit. Penyakit yang dapat ditularkan melalui tangan antara lain diare, kecacingan, keracunan, sakit kulit dan lain-lain.
II. SARANA SANITASI RUMAH
A. AIR BERSIH DAN AIR MINUM

1. Pengertian
a. Air bersih adalah air yang jernih, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak ada
rasa/tawar, tetapi tidak boleh diminum sebelum disterilisasi agar kuman
yang ada didalamnya mati.
b. Air minum yaitu yang boleh langsung diminum

2. Guna air :
Air digunakan untuk keperluan rumah tangga seperti: memasak, minum, mandi, gosok gigi, mencuci, dll
3. Sumber air bersih
Pada dasarnya sumber air bersih berasal dari ari tanah dan air permukaan. Air yang diperoleh dari air tanah, yang kemudian dinaikkan ke atas permukaan tanah dengan berbagai macam cara seperti sumur pompa tangan, sumur gali dengan tali timba. Air dari mata air dapat dijadikan sebagai sumber air bersih, agar kualitas air menjadi baik maka mata air perlu dibuatkan perlidungan agar tidak tercemar.
Air yang berasal dari sungai atau danau juga dapat dimanfaatkan menjadi air bersih setelah dilakukan pengolahan terlebih dahulu sehingga memenuhi syarat kesehatan.
Air hujan juga dapat digunakan sebagai sumber air bersih, caranya adalah dengan menampung air hujan setelah turun hujan 5-10 menit dan disimpan untuk keperluan rumah tangga.
Masalah yang berkaitan dengan air
a. Sarana air bersih yang tidak sehat
Sarana air bersih yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menjadi sumber penularan penyakit.
Masih ada masyarakat yang mengambil air untuk keperluan rumah tangga berasal dari air sungai atau mata air yang tidak terlindungi, tindakan ini tidak tidak baik karena air yang diambil tidak sehat.
Sarana penampungan air hujan yang sudah retak-retak tidak dapat melindungi air hujan yang disimpan di dalamnya agar tetap bersih, karena dinding yang retak menjadi tempat berkembangbiaknya lumut yang dapat mengotori air.
Sumur pompa tangan yang tidak dilengkapi lantai kedap air menjadikan sumur tersebut tidak sehat, karena air bekas pakai dapat meresap kembali ke dalam sumur tersebut
b. Perilaku yang sehat berkaitan dengan air
Kualitas air bersih harus selalu dijaga mulai dari sumbernya, sarananya, sampai air tersebut dikonsumsi oleh manusia. Tidak membuang kotoran, sampah maupun limbah ke sungai, danau, sumur akan membuat air sumur selalu jernih.
Memelihara sarana air bersih agar tetap berfungsi dengan baik serta menjaga kebersihannya maka akan membuat kualitas air menjadi baik.
Air bersih yang diambil dari sarana air bersih yang baik disimpan dalam wadah yang tertutup dan untuk mengambilnya harus menggunakan gayung dan tangan tidak boleh masuk ke dalam air. Air bersih yang terjaga kualitasnya sebelum diminum harus di sterilkan dari kuman penyakit terlebih dahulu, antara lain dengan cara direbus.
c. Perilaku tidak sehat berkaitan dengan air
Mengotori sungai dengan membuang sampah dan berak di sungai adalah tindakan yang tidak baik karena kualitas air sungai menjadi jelek dan menjadi sumber penyakit.
Membuat sumur di dekat sungai yang kotor atau tercemar juga tidak baik karena air yang mengalir ke dalam sumur kemungkinan masih tercemar.
Menggunakan sungai untuk keperluan mandi, mencuci, gosok gigi maupun untuk memasak dapat membahayakan kesehatan masyarakat
Mengambil air dari sumber atau sarana air bersih yang tidak sehat untuk keperluan rumah tangga akan membahayakan kesehatan penggunanya
Perilaku tidak baik dengan mengambil air dari sungai atau sumur yang tidak terjaga dapat menyebabkan sakit pemakai air tersebut
Mengambil air dari tempat penyimpanan air seperti tempayan, bak air, dll,
tidak boleh dengan tangan masuk ke dalam air karena dapat mengotori air.
Menghambur-hamburkan air adalah termasuk perilaku yang tidak baik karena akan mengurangi kandungan air di dalam tanah. Air limpahan yang tidak dibuang dengan benar dapat menggenang dan menjadi tempat berkembangbiak nyamuk.
Mimum air yang belum diolah terlebih dahulu dapat menyebabkan sakit karena kuman penyakit yang ada didalam air belum mati
d. Penyakit yang berhubungan dengan air
Jenis penyakit yang berhubungan dengan air antara lain sakit perut, diare, sakit kulit, sakit mata, kecacingan, demam berdarah, malaria, kaki gajah (filariasis), dan lain-lain :
1. Sakit perut dan Diare
Sakit perut dan diare disebabkan karena mengkonsumsi air yang telah tercemar kotoran, baik yang berasal dari sampah, tinja, atau kotoran hewan.
Sakit kulit disebabkan karena menggunakan air yang telah tercemar kotoran, baik yang berasal dari sampah, tinja, atau kotoran hewan untuk mandi atau mencuci baju, sehingga kotoran menempel di badan.
3. Sakit mata
Sakit mata disebabkan oleh masuknya kuman penyakit ke mata yang salah satunya melalui air yang kotor, yang digunakan untuk mandi atau mencuci muka.
4. Kecacingan
Kecacingan dapat terjadi karena mengkonsumsi air yang telah tercemar kotoran manusia atau binatang karena didalam kotoran tersebut terdapat telur cacing.
5. Malaria
Nyamuk malaria berkembang biak di air yang tergenang, oleh karena itu bila ada air yang menggenang harus dialirkan agar tidak ada nyamuk yang bertelur di tempat tersebut.
Tempat bertelur nyamuk malaria antara lain di sawah, kolam, danau, terutama di daerah pantai.
6. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Tempat berkembang biak nyamuk demam berdarah yaitu di air yang tergenang dan jernih. Untuk mencegahnya, air yang menggenang harus dialirkan agar tidak ada nyamuk yang bertelur di tempat tersebut.
Menutup tempat penyimpanan air dan mengurasnya minimal seminggu sekali agar telur yang berada di tempat air tersebut tidak sempat menetas menjadi nyamuk. Mengubur barang bekas yang dapat menampung air. Upaya pencegahan tersebut di atas dikenal dengan istilah 3M yaitu menutup, menguras, mengubur.

7. Kaki Gajah (Flariasis)
Penyakit kaki gajah (Elephantiasis) disebabkan oleh cacing filaria yang menyumbat pembulur darah sehingga mengakibatkan pembengkakan.
Cacing filaria terdapat didalam tubuh nyamuk culex yang biasa berkembang biak di air kotor yang tergenang seperti got, comberan, dan rawa. Untuk mencegahnya yaitu mengalirkan air agar tidak ada nyamuk yang bertelur di tempat tersebut.
B. AIR LIMBAH
Air limbah ialah air bekas dari kamar mandi, tempat cuci dan dapur, tidak termasuk air dari jamban/WC. Air limbah juga mengandung kuman yang diantaranya kuman-kuman tersebut dapat menyebabkan penyakit sehingga air limbah menjadi sumber penularan penyakit.
Sarana pembuangan air limbah yang sehat yaitu yang dapat mengalirkan air limbah dari sumbernya (dapur, kamar mandi) ke tempat penampungan air limbah dengan lancar tanpa mencemari lingkungan dan tidak dapat dijangkau serangga dan tikus.
Sarana pembuangan air limbah yang tidak sehat rumah yang membuang air limbahnya di atas tanah terbuka tanpa adanya saluran pembuangan limbah akan membuat kondisi lingkungan di sekitar rumah menjadi tidak sehat. Akibatnya menjadi kotor, becek, menyebarkan bau tidak sedap dan dapat menjadi tempat berkembang biak serangga terutama nyamuk.
Saluran limbah yang bocor atau pecah menyebabkan air keluar dan menggenang serta meresap ke tanah. Bila jarak terlalu dekat dengan sumur maka dapat mencemari sumur. Tempat penampungan air limbah yang terbuka menyebabkan nyamuk dapat bertelur di tempat tersebut.
a. Perilaku yang sehat berkaitan dengan air limbah
Saluran air limbah agar tetap berfungsi dengan baik setiap saat perlu dibersihkan dari sampah, lakukan perbaikan bila ada saluran yang pecah atau retak. Menggunakan air limbah untuk menyiram tanaman dapat meningkatkan manfaat air limbah. Mengusir tikus dari tempat pembuangan air limbah dapat menghindari penyakit yang disebarkan oleh tikus seperti pes dan leptospirosis.
b. Perilaku yang tidak sehat berkaitan dengan air limbah
Bermain di tempat pembuangan limbah sangat berbahaya karena dapat terkena bermacam-macam penyakit.
3. Penyakit yang berhubungan dengan air limbah
Analisis masalah yaitu kegiatan untuk mengetahui akibat dari pembuangan air limbah yang tidak sehat dan perilaku yang tidak sehat serta akibatnya terhadap kesehatan manusia. Dalam hal ini akan diketahui jenis penyakit yang berhubungan dengan air limbah serta alur penularannya.
a. Sakit perut dan Diare
Sakit perut dan diare disebabkan karena mengkonsumsi air yang telah tercemar kotoran, baik yang berasal dari sampah, tinja, atau kotoran hewan.
b. Sakit kulit
Sakit kulit disebabkan karena menggunakan air yang telah tercemar kotoran, baik yang berasal dari sampah, tinja, atau kotoran hewan untuk mandi atau mencuci baju, sehingga kotoran menempel di badan.
c. Sakit mata
Sakit mata disebabkan oleh masuknya kuman penyakit ke mata yang salah satunya melalui air yang kotor, baik digunakan untuk mandi atau mencuci muka.
d. Kecacingan
Kecacingan dapat terjadi karena bermain-main di tempat pembuangan air libah kemudian makan dengan tangan tanpa cuci tangan dengan sabun terlebih dahulu. Atau bermain di tempat pembuangan air limbah tanpa alas kaki sehingga larva cacing masuk ke dalam tubuh melalui kaki.
e. Malaria
Nyamuk malaria berkembang biak di air yang tergenang, oleh karena itu bila ada air yang menggenang harus dialirkan agar tidak ada nyamuk yang bertelur di tempat tersebut. Tempat bertelur nyamuk malaria antara lain di sawah, kolam, danau, terutama di daerah pantai.
f. Filariasis
Filariasis atau sering disebut penyakit kaki gajah (Elephantiasis) karena kaki menjadi bengkak seperti kaki gajah, disebabkan oleh cacing filaria yang menyumbat pembulur darah balik, sehingga mengakibatkan pembengkakan.
Cacing filaria terdapat didalam tubuh nyamuk culex yang biasa berkembang biak di air kotor yang tergenang seperti got, comberan, dan rawa. Untuk mencegahnya yaitu mengalirkan air atau menutup agar tidak ada nyamuk yang bertelur di tempat tersebut.
C. SAMPAH
1. Pengertian
Sampah adalah semua benda padat yang karena sifatnya tidak dimanfaatkan lagi, tidak termasuk kotoran manusia.
2. Jenis-jenis sampah
Jenis sampah terdiri dari beberapa macam yaitu sampah kering, sampah basah, sampah berbahaya beracun.
a. Sampah kering
Sampah kering yaitu sampah yang tidak mudah membusuk atau terurai seperti gelas, besi, plastik
b. Sampah Basah
Sampah basah yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sisa sayuran, daun, ranting, bangkai binatang
c. Sampah berbahaya beracun
Sampah berbahaya dan beracun yaitu sampah yang karena sifatnya dapat membahayakan manusia seperti sampah yang berasal dari rumah sakit, sampah nuklir, batu baterai bekas.
Didalam sampah banyak terdapat kuman atau bakteri. Kuman/bakteri tersebut ada yang membahayakan kesehatan manusia. Sampah juga menarik perhatian serangga dan tikus untuk mencari makan, sehingga sampah dapat menjadi sumber penularan penyakit.
3. Tempat pembuangan sampah
Identifikasi masalah dilakukan untuk memahami sarana pembuangan sampah yang sehat dan tidak sehat. Selain itu juga memahami perilaku baik dan tidak baik yang berkaitan dengan sampah.
a. Tempat sampah
Sarana pembuangan sampah yang sehat harus memehuni beberapa persyaratan yaitu, cukup kuat, mudah dibersihkan dan dapat menghidarkan dari jangkauan serangga dan tikus. Oleh karena itu tempat sampah harus mempunyai tutup dan selalu dalam keadaan tertutup, bila tutup terbuka maka menjadi tidak sehat. Membuang sampah di atas tanah terbuka sangat tidak sehat karena dapat menyebarkan bau yang tidak sedap dan mengundang serangga dan tikus. Selain itu dapat mencemari sumber air seperti sungai dan sumur .
b. Perilaku yang sehat dan tidak sehat berkaitan dengan sampah
Sampah harus diperlakukan dengan benar agar tidak membahayakan manusia bahkan dapat mendatangkan manfaat. Sampah dikumpulkan di tempat sampah yang memenuhi syarat kesehatan atau dibuang di lubang tanah dan menguburnya, sehingga tidak dijangkau serangga dan tikus.
Seringkali masyarakat memusnahkan sampah dengan cara dibakar, namun cara ini tidak sehat karena asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan manusia bahkan keracunan.
Sampah yang sudah terkumpul diangkut setiap hari ke tempat penampungan sampah sementara atau ke tempat pembuangan sampah akhir pada suatu lahan yang diperuntukkan atau ke tempat pengolahan sampah.
Bermain di tempat sampah sangat berbahaya karena dapat sakit atau terluka oleh benda tajam seperti beling, paku. Bila tidak menggunakan alas kaki maka cacing dapat masuk melalui kaki.
4. Penyakit yang berhubungan dengan sampah
a. Sakit perut dan diare
Sakit perut dan diare disebabkan karena mengkonsumsi makanan atau minum air yang telah tercemar kotoran dari sampah, baik yang berasal dari sampah.
b. Sakit kulit
Sakit kulit disebabkan karena menggunakan air yang telah tercemar kotoran, baik yang berasal dari sampah, tinja, atau kotoran hewan untuk mandi atau mencuci baju, sehingga kotoran menempel di badan.
c. Sakit mata
Sakit mata disebabkan oleh masuknya kuman penyakit ke mata yang salah satunya melalui air yang kotor, kena sampah dan digunakan untuk mandi atau mencuci muka.
d. Kecacingan
Kecacingan dapat terjadi karena mengkonsumsi air yang telah tercemar kotoran manusia atau binatang karena didalam kotoran tersebut terdapat telur cacing.
e. Demam berdarah
Tempat berkembang biak nyamuk demam berdarah yaitu di air yang tergenang dan jernih. Untuk mencegahnya bila ada air yang menggenang harus dialirkan agar tidak ada nyamuk yang bertelur di tempat tersebut.
Menutup tempat penyimpanan air dan mengurasnya minimal seminggu sekali agar telur yang berada di tempat air tersebut tidak sempat menetas menjadi nyamuk. Mengubur barang bekas yang dapat menampung air.
Upaya pencegahan tersebut di atas dikenal dengan istilah 3M+, yaitu menutup, menguras, mengubur dan menggunakan racun serangga bila diperlukan.
f. Kecelakaan
Kecelakaan bisa terjadi akibat pembuangan sampah yang tidak benar, seperti membuang kulit pisang dapat menyebabkan orang yang menginjak terpeleset. Membuang benda tajam (pecahan gelas/kaca, paku, duri, dll) sembarangan dapat menyebabkan orang yang menginjak terluka. Membuang sampah di tempat sampah dengan benar dapat menghindari kecelakaan .
D. TINJA/KOTORAN MANUSIA
Kotoran manusia ialah sisa pencernaan makanan dan minuman manusia yang biasa disebut tinja termasuk air seni atau urine. Di dalam kotoran manusia terdapat kuman penyakit yang dapat membahayakan kesehatan manusia, oleh karena itu perlu dikelola dengan baik.
2. Jamban dan perilaku buang air besar
a. Sarana pembuangan tinja yang sehat dan tidak sehat
Sarana pembuangan tinja yaitu tempat yang biasa digunakan untuk buang air besar, baik berupa jamban atau sarana lainnya. Tempat buang air besar yang sehat yaitu apabila dapat menghindarkan kotoran manusia kontak atau bersentuhan dengan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung atau melalui perantara, serta tidak mencemari sumber air.
Sarana pembuangan tinja yang sehat dapat dibuat dari bahan yang sederhana, murah, dan tersedia di daerah setempat, sesuai dengan kemampuang masing-masing. Prinsip pokok syarat jamban sehat yang harus dipenuhi yaitu tinja tidak dapat dijangkau oleh serangga dan tikus atau hewan lainnya, tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau, tidak mengotori tanah permukaan.
b. Perilaku yang sehat dan tidak sehat berkaitan dengan tinja
Masih sering dijumpai orang melakukan buang air besar di tempat terbuka seperti di sungai/parit, di kebun/pekarangan, di empang/kolam/balong, di pantai. Tempat-tempat buang air tersebut tidak memenuhi syarat kesehatan karena kotoran/tinja manusia dapat kembali bersentuhan atau masuk ke dalam tubuh manusia.
Di perkotaan sering kita jumpai kendaraan penyedot tinja membuang tinja ke sungai hal ini sangat berbahaya karena air sungai menjadi kotor dan menjadi sumber penyakit. Sedangkan masyarakat kita masih banyak yang memanfaatkan sungai untuk keperluan sehari-hari seperti mencuci, mandi, gosok gigi, Buang air besar dan kencing serta membuang kotoran anak/bayi di tempat yang aman seperti di jamban, karena tinja dapat terjaga agar tidak dapat dijangkau oleh serangga dan tikus atau hewan lain, sehingga tidak dapat tersebar kemana-mana.
Jamban perlu dipelihara agar tetap dapat berfungsi dengan baik dan bersih sehingga tidak menjadi sumber penularan penyakit
3. Penyakit yang berhubungan dengan tinja
a. Diare/sakit perut
Sakit diare atau dikenal masyarakat dengan sebutan mencret sering diderita oleh masyarakat baik anak-anak maupun orang dewasa. Pada umumnya sakit diare disebabkan oleh makan makanan atau minum minuman yang tidak bersih. Kotoran manusia merupakan suber kuman penyakit yang apabila mengotori makanan atau minuman maka orang yang memakan atau meminumnya dapat menjadi sakit.
b. Kecacingan
Tinja manusia dan kotoran hewan banyak mengandung telur cacing yang dapat tertelan masuk ke dalam tubuh manusia sehingga menjadi kecacingan. Satu ekor cacing dapat bertelur lebih dari 100.000 telur. Cacing dalam tubuh perlu makan yang diambil dari sari makanan yang ada di usus manusia.
Penyakit kecacingan selain disebabkan masuknya telur cacing kedalam mulut dapat pula disebabkan karena masuknya larva cacing (cacing yang baru menetas) ke dalam tubuh melalui kulit. Biasanya larva cacing menembus kulit kaki yang tidak memakai alas kaki atau sepatu
Rendahnya tingkat pendidikan merupakan salah satu masalah dalam usaha memahamkan masyarakat akan pentingnya kesehatan ditambah lagi dengan status ekonomi individu yang rendah dan Anggaran pembiayaan pemerintah akan kesehatan masih rendah sebagian besar terfokus pada pembiayaan sektor lain. Hal tersebut semakin membuat masyarakat tidak memprioritaskan bidang kesehatan.
Peran serta masyarakat dan pemerintah
Sebagaimana Teori HL Blum diatas, diperlukan berbagai usaha untuk memperbaiki berbagai faktor yang ada agar dapat mewujudkan kesehatan yang di idam-idamkan.
Disektor bawah masyarakat perlu didayagunakan untuk mewujudkan cita-cita tersebut. salah satu yang dapat dikembangkan dimasyarakat adalah meningkatkan peranserta masyarakat dalam pembangunan kesehatan baik peran serta aktif maupun dari segi pembiayaan.
Pengadaan UKBM baru dan mengaktifkan UKBM lama bisa dilaksanakan dengan supervise dari Pemerintah dalam hal ini Puskesmas bidang Promosi kesehatan. Pembiayaan bisa dilaksanakan jimpitan, arisan ataupun hal yang lain.
Di daerah Ngawi Jawa Timur misalnya untuk mewujudkan desa sehat dan desa siaga masyarakatnya berinisiatif untuk melakukan jimpitan untuk pembiayaan desa sehat.
Di pihak atas, Peran serta Pemerintah sangat vital dan tidak bisa ditinggalkan, karena pemerintah memegang semua kewenangan dankebijakanyang dapat mewujudkan cita cita masyarakat yang sehat dan mandiri.
Hal yang paling menunjang adalah masalah pembiayaan kesehatan yang terintegrasi dalam sector pembangunan yang dikenal dengan pembangunan berwawasan kesehatan. Disamping pembuatan undang-undang yang memihak sektor kesehatan dan tindakan yang tegas terhadap pelanggaran undang-undang tersebut.
Perencanaan dan strategi berbasis kesehatan. Misalkan yang lebih simple adalah upaya penyadaran masyarakat tentang kesehatan dengan berbagai kampanye melalui program Promosi Kesehatan sebagaimana yang sudah saya ungkapkan diatas..
Hal inilah yang dapat mewujudkan kesehatan untuk masyarakat di bumi Indonesia ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: