COCILKU

Coretan Kecilku untuk berbagi

Dracula… ternyata benar Ada.


Artikel ini saya copy dari FB teman. Ketertarikan saya berawal dari hobi saya dulu main game dracula. dari PS1 sampe computer. dan setelah baca wuih serem dan mengerikan. membuat merinding bulu kuduk. saya jadi ingat kajian kitab Nidzamul Islam tentang sejarah.. bahwa sejarah itu tergantung yang buat. kalo yang buat komunis tentu akan bela komunis, demikian juga kalo yang buat orang liberal pasti akan liberal sejarahnya. dan kalo yang buat musuh Islam… pasti deh isinya mendeskriditkan dan memusuhi Islam dengan berbagai macam cara termasuk pemalsuan sejarah dan pemutarbalikan fakta. so… simak dulu
Yang Bener About Dracula
——————————–
Ada yang sudah lihat video clip L’arc~en~Ciel Drink It Down? Atau ada yang tahu project band barunya Hyde, Vamps? Itu juga sugoii. And it’s all about Dracula.

Gothic. Kejam. Lethal. Blood. Identik dengan hal2 macam itu. Sebetulnya sosok Dracula yang sudah identik itu diawali dari sebuah novel karangan Stroker Bram, Dracula. Berawal dari sini juga kemudian puluhan film tentang Dracula mulai bermunculan =D wooow.. berarti orang ini benar2 punya imajinasi yang sedemikian berpengaruh. Baik buku mapun film2 tadi punya gambaran yang sama tentang sosok Dracula, yaitu seorang vampir haus darah yang akan keluar setiap bulan purnama dari kastilnya dengan jubah hitam untuk mencari korban sebagai santap malam.

Apa memang benar.. itulah Dracula? Seperti yang digambarkan Stroker, atau seperti yang terdapat di film2 macam Dracula’s Daughter (1936), Nosferatu (1922), Hoorof of Dracula (1958), etc?

Ada buku bagus yang terbit tahun lalu (tapi perpustakaanku baru punya sekarang) yang totalitas membahas sejarah Dracula. Eits. Tapi bukan sebagai Dracula vampir melainkan Dracula disini adalah sosok dalam masa lalu. Dracula itu Sejarah. Yang pasti aku sudah lupa siapa pengarangnya, tapi judulnya Dracula, Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib. Dikisahkan dalam buku, Dracula ternyata bukan sosok fiktif yang selalu menghindari sinar matahari, melainkan tokoh nyata yang sangat kejam yang pernah hidup pada tahun 1400-an dan membantai ribuan umat Islam juga dengan cara-cara keji. Dracula ditampilkan sebagaimana Hitler, Pol Pot, Mao, Stallin dan tokoh-tokoh sejarah lainnya yang sejenis.

Here we go Dracula.

Vlad Tsepes III (1431 – 1475 M) atau yang lebih populer dengan nama Dracula dilahirkan di Transylvania, Rumania. Ia merupakan anak Ke 2 dari Vlad II dan Cneajna, seorang putri dari Moldavia.

Selama perang salib, Wallachia menjadi rebutan antara Hongaria dan Turki Ottoman, pada masa Vlad II berkuasa di Wallachia, Vlad II mempunya tiga orang anak, Mircea, Dracula dan Randu. Vlad II memihak Hungaria. Namun setelah digulingkan Sigismund (Raja Hongaria) dan digantikan oleh John Hunyandi, Vlad II memihak kesultanan Turki Ottoman. Sebagai jaminan kesetiaannya terhadap Turki Ottoman, Vlad II mengirimkan Dracula dan Randu ke Turki. Setelah itu Dracula dan Randu malah memihak Hongaria. Posisi inilah yang menempatkan Dracula sebagai pengkhianat bagi Turki dan pahlawan bagi Hongaria.

Setelah perang Verna, terjadi konflik antara Vlad II dan John Hunyadi, yang berujung pada kematian Vlad II dan Mircea, kakak Dracula. Melihat perubahan politik di Wallachia tersebut, Sultan Turki Ottoman, Mehmed II mengirimkan Dracula pulang ke Wallachia untuk merebut tahta. Dracula kembali ke Wallacia dengan di kawal 8000 prajurit Turki Ottoman. Sesampainya di Tirgoviste ( ibu kota wallachia ) terjadi pertempuran antara pasukan Vlasdisav dengan pasukan Dracula, yang akhirnya di menangkan oleh pasukan Dracula dan menempatkan Dracula sebagai penguasa Wallachia. Sebagai penguasa Wallachia kurun waktu 1456-1462 dan 1475-1476, Dracula memang cukup kontroversial. Ketika baru saja bertahta ia justru membantai prajurit Turki yang telah mendukungnya. Akan tetapi, tak lama setelah itu ia malah digulingkan oleh Hongaria karena dianggap tidak patuh. Layaknya diktator lain, guna mengamankan posisinya yang seringkali terancam, Dracula memakai segala cara agar kekuasaannya langgeng. Tentu saja cara yang dipakai adalah cara kotor, keji, teror dan pembantain. Maka tak mengherankan kalau selama enam tahun kekuasaannya ia telah membantai kurang lebih 500.000 rakyatnya. 300.000 lainnya adalah umat Islam.

Buku Notes on Italian History (1934) mengungkapkan bahwa seringkali sejarah hanya berbicara tentang kekuasaan yang menang. Sejarah semacam ini bisa dikatakan sebagai sejarah superhero yang hanya berbicara tentang raja, bukan kawula. Akibatnya, pihak-pihak yang kalah harus berada di luar gelanggang sejarah, yang artinya tidak mempunyai peran apa-apa dalam sejarah (Setuju!). Berdasar konteks inilah sosok Dracula dipelajari. Oleh karena itu, ada satu chapter buku yang menguraikan tentang “penjajahan sejarah” tersebut.

Dominasi Barat membuat sejarah Dracula tidak pernah terungkap tuntas. Dipaparkan bahwa ada ceruk2 sejarah yang selama ini tersembunyi dari Dracula, terutama menyangkut pembataian Dracula terhadap umat Islam dalam Perang Salib. Sampai saat ini Perang Salib memang masih merupakan peristiwa yang sensitif dan provokatif. Luka akibat perang tersebut sampai saat ini masih membekas di antara dua kubu. Dalam keadaan inilah Barat yang biasanya nggetu mengungkap pembantaian2 umat manusia, menjadi enggan untuk menyentuh lukanya sendiri. Inilah yang membuat sosok Dracula tidak pernah terkupas dengan tuntas.

Sebagai bukti atas uraiannya, Dracula disandingkan dengan Rambo. Kalau Rambo merupakan sosok fiksi yang dibuat seolah2 nyata sehingga bisa menutupi kekalahan Amerika Serikat dalam perang Vietnam, maka Dracula dibuat sebaliknya, tokoh nyata yang dibuat fiksi. Ini merupakan cara Barat untuk mengaburkan jati diri Dracula sebenarnya. Dan sepertinya usaha ini berhasil, melihat bahwa hampir seluruh masyarakat mengenalnya sebagai vampir, bukan sebagai sosok sejarah yang kejam dan bengis.

Selain uraian tentang “penjajahan sejarah” yang menarik dari buku ini adalah keberaniannya mengungkap metode2 penyiksaan yang dilakukan oleh Dracula. Ada lebih dari sepuluh metode penyiksaan Dracula, dan yang paling terkenal adalah penyulaan. Penyulaan merupakan penyiksaan dengan cara menusuk korban dari bagian bawah hingga tembus ke perut, tenggorokan atau kepala. Karena kegemaran Dracula melakukan “pesta” penyulaan tersebut ia mendapat julukan Si Penyula.

Membaca metode2 penyiksaan Dracula, jujur saja membuat mual. Tetapi dengan uraian tersebut, tergambarkan sudah betapa kejam dan sadisnya Dracula. Dan, kita pun akan menjadi diingatkan akan kekejaman para tiran dan diktator yang lain. Kita akan terbawa pada kamar gas Hitler, ruang penyiksaan Pol Pot, gudang virus Unit 731, dan segala bentuk kekejian lainnya.

Buku ini juga membahas mitos2 seputar Dracula. Mitos seputar kematian, kuburan, sampai kastil Dracula. Sehingga kita akan mengetahui kenapa mitos-mitos tersebut bisa muncul dan kemudian berkembang di masyarakat. Seperti, salah satunya yang membuat gossip existnya vampir sampai saat ini. Pada Desember 1476 Terjadi pertempuran antara Crusade (Pasuka Salib) dengan dengan pasukan muslim (Turki Ottoman). Dalam pertempuran tersebut pasukan Dracula dapat dikalahkan, dan Dracula ( Vlad III ) tewas dalam pertempuran tersebut. Kepalanya dipenggal dan dibawa ke Turki sebagai bukti. Lokasi kuburannya di gereja Snagov yg lokasinya di pulau terpencil, di dekat meja altar, yang kala di bongkar tahun 1930, kuburan itu kosong! Banyak yg percaya kosongnya kuburan Vlad itu dengan kebangkitan Vlad itu sendiri, berkat perjanjian dengan setan itu sendiri, untuk bisa hidup abadi dengan darah sebagai kekuatannya. Dengan kata lain, Vlad sudah menyeberang ke dunia lain, setengah iblis, setengah manusia. Begitu menurut cerita legenda Romania.

Selain Dracula, dikisahkan secara singkat tokoh sejarah lainnya yang punya kemiripan, yaitu putri Elizabeth Bathory, ia bagian dari kerajaan Hungaria. Dalam hidupnya, Bathory menyiksa dan membunuh 700 budak wanitanya agar dirinya bisa mandi dan minum darah mereka. Ia percaya darah bisa membuatnya awet muda. Banyak yg percaya Bathory adalah salah satu dari sekian banyak pengantin si pangeran Dracula Vlad itu sendiri.

Seru, kan? Masih banyak bagian lain yang lebih menarik dan kontroversial, sayang Reading Time was over =P (kalo sempet balik, baca lagi ah)

http://maoratezuka.blogspot.com/2008/06/yang-bener-about-dracula.html

Selama ini, banyak fitnah dan pemalsuan sejarah yang dilakukan musuh-musuh Islam terhadap kejayaan khilafah masa lalu. Kemilau peradaban yang ditebar Islam ke seluruh penjuru mata angin mereka kaburkan. Musuh-musuh Allah mereka buat seolah-olah idola seluruh dunia. Dan kali ini saya akan membawakan fakta sejarah tentang asal usul Drakula, Sang Pengkhianat..siapakah Drakula? Akan terungkap disini
Dibebaskannya Konstantinopel dari suramnya kegelapan jahiliyah oleh Islam sudah diramalkan Rasulullah, dan para sahabatpun berlomba mewujudkan ramalan Rasulullah tersebut..sampai-sampai Abu Ayyub Al Anshari pun menjemput syahidnya dalam pertempuran pembebasan Konstantinopel dan dimakamkan disana. Namun akhirnya cita-cita yang diidamkan para sahabat yang mulia itu diwujudkan oleh seorang pemuda berusia 23 tahun, Sultan Muhammad II hingga beliau mendapat gelar Al Fatih (Sang Penakluk) dan kemudian beliau tersohor dengan nama Muhammad Al Fatih…jembatan yang menghubungkan Asia dan Eropa akhirnya terwujud…Setelah membebaskan Konstantinopel, Sultan Muhammad II tidak berpuas dari dan meneruskan pembebasan Eropa dari masa kegelapan membawa cahaya Islam dan fokusnya adalah Eropa Timur, salah satunya adalah Wallachia.
Wallachia adalah sebuah kota tua yang sejak zaman Romawi kuno hingga perang salib menjadi rebutan karena letaknya memang strategis sebagai persinggahan menuju wilayah-wilayah di Eropa Timur. Selain strategis sebagai pangkalan militer, Wallachia juga subur sepanjang tahun karena dilewati oleh sungai Danube (sungai besar yang membelah Rumania dan Hungaria. Selama perang salib, kota ini diperebutkan oleh Kesultanan Ottoman Turki dan Kerajaan Hungaria. Pada masa pemerintahan Vlad II Wallachia memihak Kerajaan Hungaria namun setelah dilengserkan oleh Sigismund dan kemudian digantikan John Hunyadi, Vlad II memihak pada Kesultanan Ottoman dan merebut kekuasaan kembali dengan bantuan Kesultanan Ottoman. Dari sinilah sejarah Drakula bermula…
Untuk membalas budi pada Ottoman, Vlad II mengirimkan kedua anaknya; Randu dan Drakula ke Turki. Selama di Turki, kedua anak ini dididik secara Islam sesuai tradisi Turki. Selain belajar di madrasah, mereka juga belajar ketrampilan perang. Seiring bergulirnya waktu kedua anak ini tumbuh menjadi dua pribadi yang jauh bertolak belakang.. Randu tumbuh menjadi seseorang yang berperangai lembut dan penurut sedangkan Drakula tumbuh menjadi sosok pembangkang yang kejam. Kalau pengasuhnya memintanya ke Timur, Drakula pergi ke Barat..tak hanya membangkang.. sifat keji Drakula pun makin tampak. Salah satu hobinya di Turki adalah melihat eksekusi penjahat kelas berat yang kepalanya dipancang di alun-alun. Setiap minggu eksekusi atas penjahat kelas kakap atau pengkhianat diadakan di alun-alun..dan salah satu penontonnya adalah Drakula yang akan menyaksikan acara tersebut sampai selesai. Dan disaat senggangnya Drakula sangat suka menyiksa binatang..binatang apapun yang ada disekitarnya ia tangkap dan ditusuk seperti sate. Ia sangat puas melihat binatang-binatang tersebut menggelepar-gelepar menyongsong ajal.
Berpuluh tahun kemudian setelah peperangan Varna, terjadi konflik antara John Hunyadi dan ayah Drakula; Vlad II yang berujung pada pembunuhan Vlad II dan kakak Drakula, Mircea. John Hunyadi kemudian menunjuk keluarga Dan II sebagai penguasa Wallachia. Mendengar ini, Sultan Muhammad II mengirim Drakula bersama ribuan pasukan kembali ke Wallachia untuk merebut tahta. Sesampainya di Wallachia, pertempuranpun pecah antara pasukan Ottoman yang dipimpin Drakula dengan Pasukan Wallachia yang jumlahnya lebih banyak. Namun akhirnya Drakula memenangkan pertempuran dan merebut tahta Wallachia. Bak kacang yang lupa pada kulitnya…setelah merebut tahta, Drakula malah membantai pasukan Ottoman dengan cara yang keji..yaitu disula, yaitu ditusuk dengan kayu di bagian anus sampai tembus ke kepala..setelah kayu tersebut masuk ke tubuh korban, sula tersebut dipancang berdiri..sehingga tubuh korban yang masih hidup itu turun perlahan-lahan karena berat tubuhnya..jadi mulai kayu masuk ke anus sampai tembus ke kepala, korbannya menggelepar-gelepar merasakan sakit yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata…Drakula telah mengkhianati Ottoman dan Islam.
siapa sebenarnya DRACULA??
Rasanya kita tidak asing lagi dengan tokoh Dracula, hampir semua orang pernah mendengar namanya? siapakah Dracula sebenarnya? benarkah Doi adalah sosok vampir penghisap darah ?
ini adalah sisi lain dracula yang bisa saya dapat, ada yang lain? monggo
Konon Dracula hanya bisa dikalahkan dengan salib dan bawang putih. Semua itu hanya kebohongan belaka yang dilakukan dunia barat untuk mengaburkan dan menyelewengkan sejarah Dracula. Nama Dracula semakin melambung begitu Bram Stoker menjadikannya sebagai tokoh utama dalam novel berjudul “Dracula”. Ini semata-mata dilakukan agar pahlawan muslim Mehmed II tenggelam dalam dominasi sejarah Dracula.
Dalam buku ini penulis memaparkan siapa Mehmed II sang penakluk Konstantinopel. Mehmed II yang lahir di Edirne perbatasan Yunani dan Bulgaria sejak kecil sudah disiapkan menggantikan ayahnya dalam memimpin pasukan Turki Ottoman menghadapi pasukan Salib, (halaman 54).
Sementara Dracula yang asli bernama Vlad Tsepes III (1431-1476 M) merupakan sosok pembangkang yang tidak mau tunduk pada pemerintahan Mehmed II. Dracula membalaskan sakit hatinya karena sejak kecil dipisahkan dari orangtuanya untuk mengikuti pendidikan militer.
Hanya saja, jalan yang ditempuh Dracula di luar kemanusiaan. Siapa saja yang merasa tidak pas di hatinya, khususnya kaum muslim, langsung disiksa dengan cara disula, dibakar maupun ditebas kepalanya. Kebengisan Dracula akhirnya memaksa Mehmed II untuk berperang terbuka.
Kelicikan Dracula terhenti saat Mehmed II berhasil memancangkan kepala Dracula di tengah alun-alun Konstantinopel. Oleh para pendeta, mayat Dracula disemayamkan di dalam Gereja Snagov. Kuburannya persis berada di depan altar suci gereja,
__________________
damai
Lantas, siapa sebenarnya Dracula itu?
Dalam buku berjudul “Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib” karya Hyphatia Cneajna ini, sosok Dracula dikupas secara tuntas. Dalam buku ini dipaparkan bahwa Dracula merupakan pangeran Wallachia, keturunan Vlad Dracul. Dalam uraian Hyphatia tersebut sosok Dracula tidak bisa dilepaskan dari menjelang periode akhir Perang Salib. Dracula dilahirkan ketika peperangan antara Kerajaan Turki Ottoman*sebagai wakil Islam*dan Kerajaan Honggaria*sebagai wakil Kristen*semakin memanas. Kedua kerajaan tersebut berusaha saling mengalahkan untuk merebutkan wilayah-wilayah yang bisa dikuasai, baik yang berada di Eropa maupun Asia. Puncak dari peperangan ini adalah jatuhnya Konstantinopel* benteng Kristen*ke dalam penguasaan Kerajaan Turki Ottoman.
Dalam babakan Perang Salib di atas Dracula merupakan salah satu panglima pasukan Salib. Dalam peran inilah Dracula banyak melakukan pembantain terhadap umat Islam. Hyphatia memperkirakan jumlah korban kekejaman Dracula mencapai 300.000 ribu umat Islam. Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara*yang cara-cara tersebut bisa dikatakan sangat biadab*yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula. Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang ditusuk mulai dari anus dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya dilancipkan. Korban yang telah ditusuk kemudian dipancangkan sehingga kayu sula menembus hingga perut, kerongkongan, atau kepala. Sebagai gambaran bagaimana situasi ketika penyulaan berlangsung penulis mengutip pemaparan Hyphatia:
“Ketika matahari mulai meninggi Dracula memerintahkan penyulaan segera dimulai. Para prajurit melakukan perintah tersebut dengan cekatakan seolah robot yang telah dipogram. Begitu penyulaan dimulai lolong kesakitan dan jerit penderitaan segera memenuhi segala penjuru tempat itu. Mereka, umat Islam yang malang ini sedang menjemput ajal dengan cara yang begitu mengerikan. Mereka tak sempat lagi mengingat kenangan indah dan manis yang pernah mereka alami.”
Tidak hanya orang dewasa saja yang menjadi korban penyulaan, tapi juga bayi. Hyphatia memberikan pemaparan tetang penyulaan terhadap bayi sebagai berikut:
“Bayi-bayi yang disula tak sempat menangis lagi karena mereka langsung sekarat begitu ujung sula menembus perut mungilnya. Tubuh-tubuh para korban itu meregang di kayu sula untuk menjemput ajal.”
Kekejaman seperti yang telah dipaparkan di atas itulah yang selama ini disembunyikan oleh Barat. Menurut Hyphatia hal ini terjadi karena dua sebab. Pertama, pembantaian yang dilakukan Dracula terhadap umat Islam tidak bisa dilepaskan dari Perang Salib. Negara-negara Barat yang pada masa Perang Salib menjadi pendukung utama pasukan Salib tak mau tercoreng wajahnya. Mereka yang getol mengorek-ngorek pembantaian Hilter dan Pol Pot akan enggan membuka borok mereka sendiri. Hal ini sudah menjadi tabiat Barat yang selalu ingin menang sendiri. Kedua, Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib. Betapapun kejamnya Dracula maka dia akan selalu dilindungi nama baiknya. Dan, sampai saat ini di Rumania, Dracula masih menjadi pahlawan. Sebagaimana sebagian besar sejarah pahlawan-pahlawan pasti akan diambil sosok superheronya dan dibuang segala kejelekan, kejahatan dan kelemahannya.
Guna menutup kedok kekejaman mereka, Barat terus-menerus menyembunyikan siapa sebenarnya Dracula. Seperti yang telah dipaparkan di atas, baik lewat karya fiksi maupun film, mereka berusaha agar jati diri dari sosok Dracula yang sebenarnya tidak terkuak. Dan, harus diakui usaha Barat untuk mengubah sosok Dracula dari fakta menjadi fiksi ini cukup berhasil. Ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dari seberapa banyak masyarakat*khususnya umat Islam sendiri*yang mengetahui tentang siapa sebenarnya Dracula. Bila jumlah mereka dihitung bisa dipastikan amatlah sedikit, dan kalaupun mereka mengetahui tentang Dracula bisa dipastikan bahwa penjelasan yang diberikan tidak akan jauh dari penjelasan yang sudah umum selama ini bahwa Dracula merupakan vampir yang haus darah.
Selain membongkar kebohongan yang dilakukan oleh Barat, dalam bukunya Hyphatia juga mengupas makna salib dalam kisah Dracula. Seperti yang telah umum diketahui bahwa penggambaran Dracula yang telah menjadi fiksi tidak bisa dilepaskan dari dua benda, bawang putih dan salib. Konon kabarnya hanya dengan kedua benda tersebut Dracula akan takut dan bisa dikalahkan. Menurut Hyphatia pengunaan simbol salib merupakan cara Barat untuk menghapus pahlawan dari musuh mereka*pahlawan dari pihak Islam*dan sekaligus untuk menunjukkan superioritas mereka.
Siapa pahlawan yang berusaha dihapuskan oleh Barat tersebut? Tidak lain Sultan Mahmud II (di Barat dikenal sebagai Sultan Mehmed II). Sang Sultan merupakan penakluk Konstantinopel yang sekaligus penakluk Dracula. Ialah yang telah mengalahkan dan memenggal kepala Dracula di tepi Danua Snagov. Namun kenyataan ini berusaha dimungkiri oleh Barat. Mereka berusaha agar merekalah yang bisa mengalahkan Dracula. Maka diciptakanlah sebuah fiksi bahwa Dracula hanya bisa dikalahkan oleh salib. Tujuan dari semua ini selain hendak mengaburkan peranan Sultan Mahmud II juga sekaligus untuk menunjukkan bahwa merekalah yang paling superior, yang bisa mengalahkan Dracula si Haus Darah. Dan, sekali lagi usaha Barat ini bisa dikatakan berhasil.
Selain yang telah dipaparkan di atas, buku “Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib” karya Hyphatia Cneajna ini, juga memuat hal-hal yang selama tersembunyi sehingga belum banyak diketahui oleh masyarakat secara luas. Misalnya tentang kuburan Dracula yang sampai saat ini belum terungkap dengan jelas, keturunan Dracula, macam-macam penyiksaan Dracula dan sepak terjang Dracula yang lainnya.
Sebagai penutup tulisan ini penulis ingin menarik suatu kesimpulan bahwa suatu penjajahan sejarah tidak kalah berbahayanya dengan bentuk penjajahan yang lain*politik, ekonomi, budaya, dll. Penjajahan sejarah ini dilakukan secara halus dan sistematis, yang apabila tidak jeli maka kita akan terperangkap di dalamnya. Oleh karena itu, sikap kritis terhadap sejarah merupakan hal yang amat dibutuhkan agar kita tidak terjerat dalam penjajahan sejarah. Sekiranya buku karya Hyphatia ini*walaupun masih merupakan langkah awal*bisa dijadikan pengingat agar kita selalu kritis terhadap sejarah karena ternyata penjajahan sejarah itu begitu nyata ada di depan kita.

http://whedacaine.wordpress.com/2010/03/19/siapa-itu-drakula-apakah-bener-takut-ama-bawang-putih-dan-salib-2/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: