COCILKU

Coretan Kecilku untuk berbagi

Kapasitas Fisik


Ergonomi berbicara tentang hubungan manusia dengan pekerjaannya. Hubungan ini mencakup beberapa hal yaitu Kapasitas Fisik, Kebutuhan dan pengeluaran energy pengaturan jam kerja dan istirahat, bagaimana lingkungan kerja dan APD serta Kegawatdaruratan.

  1. Kapasitas Fisik

Secara umum berbicara mengenai bentuk dan besar tubuh. Maka otot memerankan peran yang sangat penting dalam pembentukan dan pembesaran tubuh. Otot lah yang membentuk tubuh dan dengan adanya otot maka aka nada kekuatan fisik (tenaga) yang digunakan untuk pekerjaan sehari-hari. Semakin besar otot semakin besar jumlah serat otot maka semakin besar pula kekuatan yang didapat.

Otot bekerja dengan cara mengendur (relaksasi) dan mengerut (kontraksi). Ada yang bekerja secara statis dan ada pula yang bekerja secara dinamis.  Dinamakan statis karena otot tidak mengalami banyak pergerakan seperti posisi berdiri lama, duduk lama dan semisalnya. Ini menyebabkan sirkulasi darah tidak lancar. Akibatnya kaki bisa mengalami kesemutan dan hipoksia. Oleh karena itu posisi otot yang statis sedapat mungkin harus dihindarkan. Sebaliknya posisi otot yang dinamis membuat otot bergerak secara continue , berirama seperti gerakan senam, memutar roda dan semisalnya membuat sirkulasi darah menjadi lancar dan dapat membakar kelebihan lemak tubuh.

Otot memiliki panjang dan besar berbeda-beda pada setiap manusia. Hal ini disebabkan beberapa faktor diantaranya yaitu faktor keturunan, gizi selama pertumbuhan dan latihan.

Pada umumnya orang akan mempunyai pendapat bahwa pekerjaan kasar yang melibatkan banyak kerja otot haruslah dengan menggunakan orang yang berperawakan tinggi dan besar.

Umur berpengaruh pada Kapasitas fisik seseorang, pada umur 25 – 30 tahun kapasitas fisik seseorang mencapai puncaknya tapi fungsi psikologis belum matang. Inilah mungkin yang menybabkan banyaknya terjadi kecelakaan kerja pada usia muda.  dan kemudian mulai menurun pada usia 30 tahun ke atas. Ini berbanding terbalik dengan fungsi psikologis yang makin lama makin menunjukan kematangan. Pada usia 60 thn terjadi pengurangan fungsi syaraf, panca indera, dan organ-organ lainnya.

Secara alamiah ada perbedaan antara wanita dengan pria. Dari bentuk dan ukuran tubuh, dan fungsi yang telah dianugrahkan Allah kepada wanita yang “tidak suit” dengan pekerjaan kasar. Wanita lebih banyak mengerjakan pekerjaan yang halus yang memerlukan ketekunan da beberapa pekerjaan fisik ringan lainnya

Kapasitas fisik seseorang juga berbeda antara as satu dengan yang lain. Terjadinya proses evolusi karena faktor lingkungan atau tradisi suatu wilayah. Perubahan tersebut sifatnya genetis. Kita bisa lihat misalkan kebanyakan orang negro banyak pekerja kasar bahkan menjadi olahragawan professional seperti petinju.

Beberapa hal saling mempengaruhi kapasitas fisik diantaranya adalah status kesehatan yang baik. Atau dalam keadaan sehat. Walaupun punya otot yang kuat tapi tidak sehat ya tidak ada manfaatnya. Kemudian kesegaran jasmani yang prima bisa didapatkan dengan exercise teratur seperti senam dan olahraga lainnya. Jangan dilupakan gizi yang di konsumsi. Untuk membentuk otot yang baik akan diperlukan gizi yang extra. Misalkan binaragawan akan memerlukan asupan gizi protein yang tinggi dibanding dengan orang biasa.

Senam atau olahraga mempunyai dampak proses biokimiawi dan berfungsi untuk melancarkan suplai darah dan oksigen keseluruh tubuh, meningkatkan kemampuan otot membakar glukosa dan lemak untuk menghasilkan energy dan kemampuan otot dalam menyimpan glikogen bertambah sebagai cadangan energy.

Jika penampilan dan ketahanan kerja meningkat maka kerja dalam waktu yang lama tanpa ada kelelahan yang berarti

Dalam ergonomi juga berbicara tentang keterampilan seseorang dalam melakukan aktivitas pekerjaan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan effisiensi kerja sehingga perlu diperkirakan penggunaan tenaga yang tepat dan cepat sehingga pekerjaan dapat selesai dengan baik. Latihan atau training  atau kegiatan yang berulang-ulang dapat membuat terjadinya pembinaan koordinasi saraf kearah otomatisasi, kontraksi otot-otot yang tidak perlu dapat ditiadakan serta organ-organ semisal jantung paru pembuluh darah skeleton dapat beradaptasi. Karena pekerjaan tertentu memerlukan fungsi organ yang baik  misalkan pada perenang dan penyelam yang memerlukan fungsi organ paru yang baik dan pekerjaan semisalnya. Oelh karena itu training mutlak harus ada untuk effisiensi dan pencegahan terhadap kecelakaan kerja.

Ada batas kerja dalam otot yang dinamakan dengan kelelahan. Batas kemampuan otot dan system saraf untuk bekerja sehari-hari secara fisiologis.  Kelelahan merupakan sinyal penting bahwa tubuh tidak bisa lagi bekerja secara optimal. Otot mengalami kurangnya tenaga untuk berkontraksi, bertambahnya waktu latent waktu yang diperlukan untuk pulih kembali, terjadi kurangnya koordinasi otot  ditandai dengan adanya tremor/gemetar pada gerakan otot.

Dengan adanya ergonomic maka diharapkan adanya penyesuaian  dan keserasian antara beban kerja dengan kemampuan manusia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: