COCILKU

Coretan Kecilku untuk berbagi

Cocilku 1 Syawal 1433H


 

Ketika fajar 1 syawal tiba, seluruh kaum muslimin bergembira menyambut kemenangan

Tradisi bermaafan pun dilakukan, walaupun sebenarnya meminta maaf tidak hanya pada idul fitri saja tetapi setiap saat ketika kita melakukan kesalahan. Baik kepada Allah dan juga kepada manusia.

Manusia adalah makhluk yang lemah dan tanpa daya, semakin introspeksi dilakukan, semakin banyak aib yang kita dapatkan, dan sungguh sangat tampak bagi kita bahwa tiada yang hebat melainkan Allah. Kesombongan kita karena ilmu, karena pangkat, karena derajat, karena jabatan tak lain sama dengan memposisikan diri menggantikan Allah. Padahal kesombongan itu adalah pakaian Allah Swt. Sungguh tidak pantas seorang hamba memakai pakaian kebesaranNya.

Maka ucapan istigfar pun terlontar dari insan berdosa. Hanya saja yang menjadi catatan kecil kita adalah sudahkah kita muhasabah kembali berapa banyak kata maaf terlontar dari mulut kita dengan tulus? Dan dengan maksud bersungguh-sungguh mohon maaf atas kesalahan yang kita lakukan atau hanya sekedar formalitas lebaran belaka? Sementara kita tidak lagi muhasabah dan menyadari bahwa kita benar-benar salah. Pernyataan yang tulus akan membuahkan hasil perbaikan diri dari kesalahan, tapi sebaliknya pernyataan yang tidak tulus akan membuahkan perbuatan yang kesekian kailnya dalam melakukan kesalahan tanpa menyadari bahwa perbuatan itu kembali menyakiti hati dan perasaan orang lain. Akhirnya terjerumus dalam kesombongan bahwa diri merasa paling benar.

Demikian pula hak saudara kita yang mungkin kita ambil harusnya dikembalikan. Bukan cuman sekedar minta maaf saja. Demikian pula para penguasa korup dan tidak amanah. Selain minta maaf mereka juga harus mengembalikan apa yang menjadi hak ummat, melindunginya dan mensejahterakan mereka.

Maka sahabat…. Perhatikanlah setiap perkataan dan perilaku kita, jadikan diri selalu terikat dengan aturan Allah. karena hidup itu ibarat menulis buku tanpa penghapus, kesalahan yang kita lakukan akan terus membekas bagi orang lain walau kita sudah coba menghapusnya. Sebaik-baiknya manusia adalah yang berbuat kesalahan dan bertobat dari kesalahan tersebut. dan semulianya orang adalah orang yang mampu membalas tapi malah memaafkan kesalahan orang lain.

Semoga kita menjadi fitri dan berusaha memperbaiki diri dengan segala usaha yang bisa kita lakukan. Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.

Dengan tulus dan ikhlas kami haturkan minal Aidin wal faidzin Mohon MAaf Lahir dan Bathin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: