COCILKU

Coretan Kecilku untuk berbagi

Batola Sosialisasi Pencegahan Filariasis


Tindaklanjut ditemukannya banyaknya warga Batola yang mengindap penyakit filariasis, maka Kesehatan Kabupaten Barito Kuala  (Batola) melaksanakan Sosialisasi Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) Filariasis (kaki gajah) Tahun 2012. Kegiatan yang berlangsung di lantai 2 Gedung DPRD Batola ini dibuka Bupati H Hasanuddin Murad, Selasa (16/10).

 

Kegiatan yang diikuti para petugas puskesmas, camat, dan petugas kesehatan se-Batola ini dihadiri Kasubdit Pengendalian Filariasis dan Kecacingan Kemenkes RI Drs Saktiyono MSc, Kasi P2M Dinkes Kalsel Bambang Sutiarjo SKM MKes, dan Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKLPP) Banjarbaru, Drs Sri Wahyudhi MKes.

Kepala Dinas Kesehatan Batola Sugian Nor SKM MKes menerangkan, berdasarkan hasil pemeriksaan darah jari dari BBTKLPP Banjarbaru di Kecamatan Marabahan (Desa Antar Raya, Antar Baru, dan Antar Jaya) dan Kecamatan Tabukan (Desa Karya Jadi dan Karya Makmur), dilanjutkan cross chek dari Subdit Pengendalian Filariasis dan Kecacingan Kemenkes RI dengan menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) di Desa Karya Jadi Tabukan pada 100 sampel didapat hasil 10 sampel positif filariasis atau 10 persen.

Sementara dari target nasional hanya 1 persen. Dengan demikian situasi filariasis ini, sebut Sugian Nor, maka Batola dapat dinyatakan endemis filariasis dengan angka microfilaria rate sebesar 2,19 persen.

Sedangkan kasus kronis filariasis di Batola, terang Sugian Nor, tersebar di 4 kecamatan yakni Rantau Badauh 1 orang, Barambai 1 orang, Marabahan 1, dan Tabukan 1 orang.

Sesuai pedoman eliminasi filariasis, untuk memutuskan penularan filariasis, sebut Sugian Nor, Batola akan melaksanakan Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) filariasis setiap tahun selama minimal 5 tahun berturut-turut dengan sasaran seluruh penduduk di Batola. Sedangkan rencana tindaklanjut setelah sosialisasi POMP tingkat kabupaten ini dilanjutkan sosialisasi tingkat kecamatan di 19 puskesmas dan pelatihan kader pemberi obat sebanyak 1.005 orang (masing-masing 5 orang per desa) se-Batola.

Bupati Batola H Hasanuddin Murad saat membuka Sosialisasi Pemberian Obat Massal Pencegahan menyatakan menyambut baik atas dilaksanakannya kegiatan dan menilai kegiatan ini sangat membantu mendorong terwujudnya peningkatan pembangunan bagi daerah, khususnya dalam bidang kesehatan.

Dikatakan Hasan (panggilan Hasanuddin Murad), penyakit filariasis (kaki gajah) ini menjadi salah satu penyakit menular yang diprioritaskan untuk dieliminasi. Untuk itu, katanya, dibutuhkan rencana sistematis untuk menanggulangi dengan menetapkan dua pilar kegiatan yaitu memutuskan mata rantai penularan dengan pemberian obat massal pencegahan filariasis di daerah endemis sekali setahun dan dilakukan minimal 5 tahun serta merawat kasus klinis filariasis baik kasus klinis akut maupun kasus klinis kronis.

Khusus kepada peserta sosialisasi, Hasan mengharapkan dapat mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga secara individu maupun kolektif dapat memberikan kontribusi optimal bagi pelaksanaan pembangunan, khususnya di bidang kesehatan. ( Hairun Noor – Humpro Batola )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: